Beranda › Artikel › Strategi

Website Toko vs Marketplace: Mana yang Lebih Untung untuk Seller?

LarisHQ · 26 Oktober 2026

"Mending jualan di marketplace atau bikin website sendiri?" Jawaban jujurnya: untuk sebagian besar seller, bukan pilih salah satu. Keduanya punya peran berbeda. Artikel ini membandingkan keduanya secara apa adanya, termasuk kekurangan website sendiri.

Perbandingan singkat

MarketplaceWebsite toko sendiri
PembeliSudah ramai, tinggal ditemukanHarus didatangkan sendiri (iklan, media sosial, pelanggan lama)
Potongan per transaksiAda: biaya admin, program, biaya prosesTidak ada potongan per transaksi dari platform
PersainganToko lain tampil di samping produk AndaHanya produk Anda di halaman
Data pelangganMilik platform, terbatasMilik Anda: bisa dihubungi lagi untuk repeat order
Tampilan & merekSeragam dengan toko lainBebas, sesuai merek Anda
Iklan MetaData pembelian tidak kembali ke iklan AndaPembelian bisa dilacak (Pixel + Conversions API)
Biaya awalHampir nolBiaya pembuatan + domain/hosting

Kapan marketplace lebih masuk akal

  • Baru mulai dan belum punya pelanggan.
  • Produk yang dicari lewat kolom pencarian (orang mengetik nama produk), dengan harga sangat bersaing.
  • Belum punya anggaran untuk mendatangkan pengunjung ke website.

Kapan website sendiri mulai penting

  • Pelanggan sering beli ulang. Setiap pembelian ulang lewat marketplace tetap kena potongan, padahal pembelinya sudah kenal toko Anda.
  • Anda beriklan di Facebook/Instagram. Iklan yang diarahkan ke marketplace tidak bisa belajar dari pembelian. Iklan ke website atau WhatsApp yang terlacak bisa.
  • Produk butuh cerita. Katalog, foto, dan penjelasan yang rapi membangun kepercayaan, dan tidak bersebelahan dengan toko pesaing.
  • Potongan sudah terasa. Coba hitung di kalkulator potongan marketplace; banyak seller kaget melihat angka per tahunnya.

Kekurangan website sendiri (yang jarang diceritakan)

  • Pengunjung tidak datang sendiri. Website tanpa promosi seperti toko di gang sepi. Butuh iklan, konten, atau mengarahkan pelanggan lama.
  • Ada biaya berjalan: domain dan hosting (atau perawatan) setiap tahun, dan biaya iklan.
  • Kepercayaan dibangun pelan-pelan. Pembeli baru lebih percaya marketplace karena ada perlindungan pembeli. Testimoni asli, alamat jelas, dan kontak yang responsif membantu.

Strategi yang paling sering berhasil: pakai dua-duanya

  1. Marketplace untuk pembeli baru. Biarkan pencarian marketplace bekerja mencarikan pembeli pertama.
  2. Website + WhatsApp untuk pembeli kedua dan seterusnya. Sertakan kartu kecil di paket: "Order berikutnya lewat website kami". Pembelian ulang tidak kena potongan per transaksi.
  3. Iklan Meta diarahkan ke website atau WhatsApp yang terlacak, supaya iklan belajar dari pembeli sungguhan, bukan sekadar klik.
Intinya: marketplace itu tempat mencari pembeli; website sendiri itu tempat menyimpan pembeli. Semakin banyak pelanggan yang membeli ulang, semakin besar alasan untuk punya website sendiri.

Bacaan terkait